Bukti Jokowi-Ahok Nikmati Dana Siluman APBD DKI Jakarta Makin Nyata

Bukti Jokowi-Ahok Nikmati Dana Siluman APBD DKI Jakarta Makin Nyata

 Seiring bergulirnya sang waktu, bukti - bukti dana siluman APBD DKI Jakarta pun semakin terkuak. Jokowi dan Ahok di duga menikmati - juga - dana siluman untuk kepentingan tertentu.

Seperti dilansir laman Intelijen, bahwa perang terbuka antara DPRD DKI Jakarta dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuju klimaks. Ahok telah melaporkan dugaan “dana siluman” pada APBD DKI Jakarta 2012-2014 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Publik pun terbelah, mendukung Ahok atau menentang Ahok. Aktivis politik Sri Bintang Pamungkas  meminta Ahok tidak berdalih soal sengkarut APBD DKI 2012-2014. Bahkan Sri Bintang menuding Ahok dan Joko Widodo ikut menikmati dana siluman APDB DKI 2012-2014.

“Tahun 2012-2014 saat Jokowi-Ahok berkuasa. Artinya yang menikmati pengadaan itu Jokowi-Ahok,”  tegas Sri Bintang Pamungkas kepada intelijen, Selasa (03/03).

Sri Bintang juga meminta ‘penerima tender’ pengadaan barang dan jasa DKI Jakarta periode 2012-2015 harus berkata jujur. “Selama ini yang menentukan pemenang tender itu pihak eksekutif. Dan Jokowi-Ahok harus mengetahui dan bertanggungjawab,” paparnya.

Tak hanya itu, Sri Bintang juga meminta Ahok tidak perlu berdalih dengan menyatakan kasus itu dibongkar Ahok sekarang ini karena Presidennya Jokowi. “Kalau Ahok dahulu tidak melaporkan, artinya Ahok menganggap KPK tidak bagus. Dari pernyataan ini saja Ahok sudah tidak benar. Ahok ini seolah jujur padahal dia menikmati anggaran juga,” pungkas Sri Bintang kepada Intelijen. 

Kemudian, laman Kompas (8/5) merilis judul berita : "Anggota DPRD DKI Minta Ahok Center Diaudit" dan berikut potongan beritanya;

***

Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi mengatakan bahwa saat ini masih banyak sumbangan corporate social responsibility (CSR) ke Pemerintah Provinsi DKI yang masuk melalui Ahok Center, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berafiliasi dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Menurut Sanusi, sumbangan yang masuk itu dikelola langsung oleh Ahok Center, tanpa campur tangan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Sanusi mengatakan, sumbangan yang masuk melalui Ahok Center jumlahnya
mencapai miliaran rupiah. Oleh sebab itu, ia menilai sudah sepatutnya Ahok Center diaudit oleh lembaga berwenang.

"CSR nilainya bisa sampai miliaran, Tapi dikelola oleh LSM. Ini yang perlu diaudit," kata Sanusi setelah menjadi pembicara dalam sebuah diskusi, di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2015).

***

Nah, jika betul ini yang terjadi, maka Ahok yang teriak DPRD masukan dana siluman memang patut di hargai, namun tak salah jika suami Veronica itu juga terbuka tuk audit Ahok Center demi azas transparansi APBD kepada rakyat. Jadi rakyat bisa tahu, mana yang maling dan mana maing teriak maling.

Lain lagi dengan sebuah laman Fanpage Anti Kompas menulis sebuah ulasan sebagai berikut:

***

Kompas Jualan Isu Trending Topic Twitter Untuk Menipu Publik

Jaringan Kompas membodohi publik melalui rekayasa isu di media sosial berupa tranding topic Twitter untuk membela Ahok dan menjatuhkan lawan politik mereka.

Modus kejahatan ini telah dilakukan sejak Pilpres, di mana Twitter dan facebook dijadikan oleh ribuan relawan Jokowi untuk membully Prabowo dan pendukungnya.

Sebelumnya rekayasa serupa juga muncul dalam bentuk isu jajak pendapat dan survei untuk menggiring opini yang berpihak pada Jokowi dan Ahok.

Laporan Pusat Analisa Data IT (LPADI) belakangan menemukan berbagai isu dan opini yang dilancarkan oleh jaringan Kompas di media sosial disinyalir bersumber dari "dana siluman" APBD DKI maupun sumbangan ilagal konglomerat hitam.

Angka sumbangan haram untuk agenda politik Jokowi dan Ahok terbilang fantastik, mencapai ratusan miliar rupiah.

"Bila PPATK menyisir ratusan rekening milik berbagai yayasan yg tergabung dalam Kompas Gramedia Group, maka terungkap adanya aliran dana siluman yang berkaitan langsung dengan aktivitas politik."

Dugaan itu selaras dengan pernyataan KPK beberapa hari lalu, bahwa "dana siluman" APBD DKI 2012 -2014 terindikasi adanya kocoran uang negara benilai puluhan triliun rupiah dan melibatkan pihak-pihak terkait.

Komisioner KPK, Johan Budi kepada pers menegaskan pihaknya akan fokus membongkar kasus-kasus besar dalam skandal APBD DKI, di mana terungkap kebocoran anggaran ABPD DKI mencapai puluhan triliun rupiah.

Namun pernyataan KPK ditutup oleh Kompas, maklum media pembela Jokowi - Ahok tersebut disinyalir ikut kebagian jatah haram. Jadi wajar bila Kompas gencar membela Jokowi dan Ahok dengan segala rekayasa opini yang menyesatkan publik.

***

Anehnya, Kompas malah menyerang Ahok Centre, sedangkan Anti Kompas malah menyerang media Kompas. Jelas, ini menandakan memang ada dana siluman yang Ahok - Jokowi mainkan, bukan? [jks]

Weergaven: 85

Opmerking

Je moet lid zijn van Indische Internetkrant sinds 1999 onderdeel van ICM om reacties te kunnen toevoegen!

Wordt lid van Indische Internetkrant sinds 1999 onderdeel van ICM

ADVERTENTIE.

WORDT ICM ABONNEE VOOR  4 EURO IN DE MAAND

Schrijf U vandaag nog in voor ICM abonnee.

Lees onze ICM algemene voorwaarden   -- >Hier

KVK - nummer 72173122

Advertentiee

De lente breekt aan, wat dacht U van uw tuin in bamboo design? 

https://bamboedesign.nl/


Het boek "Rapport traktaat van Wassenaar" €  50 exclusief verzendkosten, donaties boven € 50 ontvangen het boek kosteloos. Deelnemers  die zich inschrijven voor ACTW66 kosteloos. Boek wordt vrijgegeven nadat deze aan het nieuwe kabinet is overhandigd

www.calbona.nl

Graag bestel ik het ICM Jaarboek "Toegang tot de Indische Wereld"  prijs 19,95 exclusief  verzendkosten € 3,95  Bestellen

hier !  

Velen lezen nu al mijn pas uitgebrachte boek "Voorbode van het turbulente Millennium" .................

INDISCHE NEDERLANDER AAN HET WOORD. ===>>> 

Zie verder Hier 

ICM/MSN de geschiedenis van de Indische  een digitale guerrilla

kik hier on te downloaden

 http://www.diasporaindonesia.org/

=Onderzoekrapport naar tegoeden

particuliere bank en - levensverzekering van Nederlanders in Indie 1940 -1958

klik HIER

========================

Rapport

Diaspora Dispatch Memorizer for prime Minister Mark Rutte 

Download EJOS Newsletter

HIER / HERE

 

Recensie “door de ogen van het kind”  De vader van een bekende schrijver overleefde het jappenkamp door op zijn tellen te passen en door de macht van het getal de macht over zijn leven in eigen hand te houden (Adriaan van Dis, Indische Duinen). 

Leo Blokhuis schrijft boek over Indo-Rock De bekende popmuziekhistoricus Leo Blokhuis (onder andere bekend als deskundige en DJ van de “Top 1000 Aller Tijden” die aan het eind van ieder jaar op TV te zien is) is momenteel druk bezig met een standaardwerk over Indo-Rock.…  Doorgaan  

 Buitenkampers Sinds de première heeft nu al ruim 5000 bezoekers getrokken Doorgaan

 Farewell to the Indies (De Engelse vertaling van  het  boek "Weg uit Indië", verschenen in 2012) is nu op website  www.hansvervoort.nl 

gratis te downloaden als ePub, PDF-file, Kindle-file of Word-file

Of hier op ICM site downloaden HIER.



Het besluit om onderzoek naar dekolonisatie van Nederlands-Indiē uit eigen zak te betalen is een diplomatieke beslissing

Mijn levensverhaal - 5     door onze correspondent in Nieuw Zeeland, Adrian Lemmens  doorgaan

Column van Ellen Hauwert


 

Likeur met spekkoek smaak predikaat fine and excellent!   Doorgaan

Pasar Malam Selamat 

Datang in Holland - boek verkrijgbaar bij Amazon.met  vertaalde  Nederlandse artikelen - Engels Doorgaan  

 

www.prepaidunion.com

 



© 2019   Gemaakt door F.Schwab (ICM Editor).   Verzorgd door

Banners  |  Een probleem rapporteren?  |  Privacybeleid  |  Algemene voorwaarden